Footer 2

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

SMPN 4 Kota Kediri Siap Peringati Hari Anak 20 November

 



KEDIRI, GerbangInfopol.com – SMP Negeri 4 Kota Kediri siap menggelar peringatan Hari Anak Sedunia 20 November dengan konsep edukatif, ceria, dan penuh kepedulian.


Peringatan akan dipusatkan di halaman sekolah pada Kamis, 20 November pukul 07.00 WIB dengan melibatkan seluruh siswa, guru, dan OSIS.


Kepala SMPN 4 Kota Kediri menyampaikan peringatan Hari Anak menjadi momentum untuk mengingatkan kembali hak anak atas pendidikan, perlindungan, dan kasih sayang.


"Anak adalah aset bangsa. Di SMPN 4 kami berkomitmen menciptakan lingkungan sekolah yang ramah anak, aman, dan menyenangkan," tegasnya.


Rangkaian acara meliputi upacara bendera, deklarasi Sekolah Ramah Anak, pembacaan hak-hak anak, penampilan kreasi seni siswa, penyuluhan anti bullying, dan pemberian apresiasi siswa inspiratif.


Dengan kegiatan ini diharapkan seluruh warga SMPN 4 semakin peduli terhadap tumbuh kembang anak dan mampu mencetak generasi hebat berkarakter. ( red.dedy) 

Share:

Banyak Oknum Petugas Samsat Manyar Lakukan Pungli Dan Kerjasama Dengan Calo

 



Gerbanginfopol.com, Surabaya – Dugaan praktik Calo dan pungutan liar (pungli) berkedok penggunaan "kode" tertentu dalam pelayanan administrasi kendaraan bermotor di lingkungan Samsat Surabaya Timur mulai menuai sorotan publik.


Sejumlah wajib pajak mengaku mendengar adanya istilah pakai calo ( ada jalur dalem bos) atau kode khusus yang diduga digunakan untuk mengidentifikasi pemohon layanan yang bersedia membayar biaya tambahan di luar ketentuan resmi. Dugaan tersebut disebut berkaitan dengan percepatan proses pengurusan dokumen kendaraan.

Awak Media Melakukan Investigasi Ke Lokasi, Membenarkan bahwa banyak calo nongkrong menunggu mangsa yang dipersulit oleh oknum petugas nakal samsat surabaya timur (Manyar). 

Informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber dilapangan menyebutkan, calo memiliki koneksi orang dalam dan kode tersebut diduga menjadi penanda bagi oknum tertentu untuk memuluskan proses administrasi tanpa mengikuti alur pelayanan reguler.


"Kalau memang benar ada kode-kode tertentu untuk mempercepat layanan, tentu ini merugikan masyarakat yang datang dan mengikuti prosedur resmi," ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan, senin, (12/10/2026). 


Warga lainnya menilai dugaan praktik semacam ini berpotensi membuka ruang bagi percaloan dan mencederai prinsip pelayanan publik yang transparan, akuntabel, serta bebas pungutan liar.


Praktik pungutan di luar tarif resmi, sudah terbukti terjadi, tidak hanya merugikan wajib pajak, tetapi juga berpotensi melanggar ketentuan hukum terkait penyelenggaraan pelayanan publik dan pemberantasan pungutan liar. Para Calo Sudah Menunggu Depan Pintu Masuk Chel Fisik Roda 4 dengan Biaya Extrem Tapi Lancar Bisa Proses Bos. 


Masyarakat mendesak aparat penegak hukum, inspektorat, dan Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli),Pengawasan internal dan evaluasi terhadap mekanisme pelayanan dinilai penting untuk memastikan seluruh proses administrasi berjalan sesuai standar operasional dan bebas dari praktik percaloan dan oknum nakal petugas samsat. 


Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dan klarifikasi dari pihak pengelola Samsat Surabaya Timur (Manyar) , kepolisian, serta instansi terkait mengenai informasi yang beredar di tengah masyarakat.(AR) 

Share:

SINERGI EMAS SEKOLAH SEHAT! UKS SMAN 1 Pace x PMR Bima Arga Bayu x Puskesmas Pace - Deteksi Dini Kunci Prestasi



PACE | GERBANGINFOPOL Pemandangan inspiratif terlihat di SMAN 1 Pace, Kamis 10 September 2026. Dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan warga sekolah, UKS SMAN 1 Pace bersinergi bersama PMR Bima Arga Bayu dan Puskesmas Kecamatan Pace melaksanakan pemeriksaan kesehatan siswa secara mass


Kegiatan ini langkah nyata strategis untuk mengenali kondisi kesehatan sejak dini, sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa kesehatan adalah bagian penting dari proses belajar dan meraih prestasi.


Kepala SMAN 1 Pace: "Kesehatan pondasi utama. Kolaborasi ini investasi masa depan."



Rangkaian pemeriksaan sangat komprehensif. Tim medis Puskesmas Pace melakukan cek umum, tekanan darah, mata, gigi dan mulut, serta edukasi PHBS. Anggota PMR Bima Arga Bayu sigap, ramah, profesional bantu pendataan.



Antusiasme siswa luar biasa. "Senang bisa cek kesehatan gratis, jadi tahu kondisi tubuh dan lebih semangat jaga kesehatan."


SALUT! UKS SMAN 1 PACE, PMR BIMA ARGA BAYU & PUSKESMAS PACE - SINERGI HEBAT!


Jurnalis: Dedy S | Gerbang Infopol - Aktual Tajam

Share:

Wujudkan Swasembada Pangan, Polres Jombang Libatkan Bhabinkamtibmas Pantau Tanaman Jagung




JOMBANG | GERBANGINFOPOL

Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional sebagai bagian dari Asta Cita, Polres Jombang melalui jajaran Polsek Bareng terus melakukan pemantauan terhadap sektor pertanian di wilayah Kecamatan Bareng.


Pada Sabtu (12/9/2026), personel Polsek Bareng melaksanakan kegiatan pemantauan tanaman jagung kuartal III tahun 2026 di Desa Ngelebak, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang. Kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Polri terhadap upaya pemerintah dalam mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan.


Dalam kegiatan tersebut, personel melakukan pemantauan tanaman jagung milik Budi yang ditanam pada lahan baku sawah seluas kurang lebih 2.100 meter persegi. Tanaman jagung yang dibudidayakan merupakan varietas MK Perkasa, dengan tanggal tanam pada 10 Juli 2026.


Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kebutuhan bibit yang digunakan untuk lahan tersebut sebanyak 14 kilogram, sedangkan estimasi waktu panen diperkirakan pada 1 November 2026.


Kapolsek Bareng I Kadek Yogi Wiranatha Nugraha, S.Tr.K., S.I.K., M.H.Li., mengatakan bahwa kegiatan pemantauan tanaman pangan tersebut merupakan bentuk nyata dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan pemerintah.


“Kami dari Polsek Bareng Polres Jombang berkomitmen untuk terus mendukung program ketahanan pangan dalam rangka mewujudkan swasembada pangan. Melalui peran Bhabinkamtibmas, kami melakukan pemantauan secara langsung terhadap perkembangan tanaman pangan sekaligus menjalin komunikasi dengan para petani di wilayah Kecamatan Bareng,” ujar Kapolsek Bareng.


Lebih lanjut, Kapolsek Bareng menambahkan bahwa pendampingan dan pemantauan secara berkelanjutan diharapkan dapat membantu mengetahui perkembangan tanaman sekaligus mendorong para petani untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian.


“Kami berharap hasil pertanian, khususnya tanaman jagung, dapat berkembang dengan baik hingga masa panen. Sinergi antara Polri, pemerintah desa, dan masyarakat petani sangat penting untuk bersama-sama menjaga ketahanan pangan serta mendukung tercapainya swasembada pangan, khususnya di wilayah Kabupaten Jombang,” tambahnya.


Kegiatan pemantauan tanaman pangan tersebut akan terus dilakukan secara berkelanjutan oleh jajaran Polsek Bareng sebagai wujud kepedulian dan kontribusi Polri dalam mendukung program Asta Cita di bidang ketahanan pangan.


Melalui keterlibatan Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat, Polsek Bareng Polres Jombang berupaya membangun sinergi dengan para petani, sehingga program ketahanan pangan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama dalam memperkuat ketahanan pangan di daerah, sebagaimana dihimpun dalam pemberitaan GERBANG INFOPOL, dengan mengedepankan sinergitas antara kepolisian, pemerintah, dan masyarakat.


(DEDY.S)

Share:

8 Pemuda Ditangkap Polres Jombang, Terlibat Pengeroyokan hingga Bakar Motor





Gerbanginfopol.com – Polres Jombang menangkap delapan pemuda yang diduga terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan, pengeroyokan, pelemparan batu, hingga pembakaran sepeda motor di Kabupaten Jombang.


Delapan pemuda tersebut diamankan terkait tiga kejadian yang berlangsung pasca kegiatan ijazah kubro salah satu perguruan silat di Jombang. Dua di antara tersangka masih berstatus pelajar SMP dan SMA.


Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan mengatakan, para korban dalam sejumlah kejadian tersebut juga masih berstatus pelajar. Mereka berasal dari Kediri, Tuban, dan Lamongan.


“Mereka datang ke Kabupaten Jombang tanpa undangan untuk menghadiri rangkaian ijazah kubro tersebut,” kata Ardi, Selasa (1/9/2026).


Menurut Ardi, kedatangan para pelajar tersebut dilakukan dengan berkonvoi menggunakan sepeda motor. Konvoi itu kemudian memicu keributan dengan warga di sejumlah wilayah Jombang.


“Kedatangan mereka dilakukan secara berkonvoi menggunakan sepeda motor roda dua, sehingga menimbulkan keributan antara peserta konvoi dengan warga di sekitar wilayah Kabupaten Jombang,” ujarnya.


Ardi mengimbau masyarakat, khususnya pelajar SMP dan SMA dari Jombang maupun luar daerah, tidak melakukan konvoi sepeda motor pada malam hingga dini hari.


Dia menyebut aksi menggeber kendaraan secara berlebihan dapat memicu perselisihan dengan warga.


Baca Juga :  Wanita Lansia di Jombang Jadi Korban Perampokan dan Pembunuhan, Mayat Ditemukan Hangus Terbakar

“Mengingat kebiasaan menggeber atau melakukan aksi gas berlebihan yang dapat memicu keributan dengan warga sekitar,” imbuhnya.


Rangkaian kejadian tersebut tersebar di tiga lokasi. Satu kejadian terjadi di Kecamatan Bandar Kedung Mulyo, sedangkan dua lainnya berada di wilayah Kabuh, termasuk kasus pembakaran sepeda motor.


Kasatreskrim Polres Jombang AKP Magribi mengatakan, dari tiga laporan polisi yang diterima, sebanyak delapan pelaku telah diamankan.


“Di TKP Bandar Kedung Mulyo murni berupa pelemparan dan pengeroyokan. Perannya sama, melempar dengan batu serta memukul menggunakan tangan kosong,” kata Magribi.


Sementara di wilayah Kabuh, aksi kekerasan juga dilakukan menggunakan tangan kosong dan batu. Dalam salah satu kejadian di kawasan Camino, korban dipukul sebelum melarikan diri.


Sepeda motor korban yang tertinggal di lokasi kemudian dibakar oleh sekelompok pemuda.


“Korban dipukul, namun berhasil melarikan diri, sedangkan sepeda motornya tertinggal di lokasi kejadian, kemudian dibakar oleh sekelompok pemuda,” jelasnya.


Dari hasil penyelidikan, polisi mengidentifikasi dua pelaku yang diduga terlibat dalam pembakaran sepeda motor, yakni ANH dan RG.


RG sempat melarikan diri ke Tangerang Kota. Polisi kemudian mengejarnya hingga berhasil menangkap tersangka dan membawanya ke Jombang.(DS) 

Share:

Riuh Sabung Ayam dan Dadu di Mangunrejo, Warga Bertanya: Hukum Sedang ke Mana?

 


KEDIRI, GerbangInfopol.com – Riuh dugaan praktik perjudian sabung ayam dan dadu di Desa Mangunrejo, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, mulai menjadi sorotan warga. Aktivitas yang disebut-sebut berlangsung berulang tersebut memunculkan pertanyaan serius di tengah masyarakat: jika benar ada praktik perjudian, sampai kapan keresahan warga harus dibiarkan?


Bagi sebagian masyarakat, persoalan ini bukan semata soal permainan sabung ayam maupun dadu. Ada kekhawatiran terhadap dampak sosial, ekonomi keluarga, keamanan lingkungan, hingga pengaruhnya terhadap generasi muda.


Sejumlah warga mengaku tidak nyaman dengan dugaan aktivitas tersebut. Mereka berharap aparat penegak hukum segera melakukan langkah sesuai kewenangan apabila memang ditemukan unsur perjudian.





«“Kami takut anak-anak melihat lalu menganggap perjudian sebagai hal biasa. Kalau terus dibiarkan, yang menjadi korban bukan hanya pemain, tetapi keluarga dan lingkungan,” ungkap seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.»


Warga Memilih Diam karena Khawatir


Di tengah keresahan tersebut, sebagian warga disebut memilih diam. Faktor rasa takut dan kekhawatiran menjadi alasan mereka tidak berani menyampaikan persoalan secara terbuka.


Kondisi ini tentu menjadi perhatian. Sebab, masyarakat seharusnya memiliki ruang yang aman untuk menyampaikan dugaan pelanggaran hukum tanpa merasa terintimidasi.


Namun demikian, redaksi menegaskan bahwa informasi mengenai pihak yang diduga mengelola atau berada di balik aktivitas tersebut masih memerlukan pembuktian dan konfirmasi. Tidak boleh ada pihak yang langsung dinyatakan bersalah hanya berdasarkan informasi masyarakat.


Siapa Diuntungkan, Siapa Dirugikan?


Pertanyaan yang kini muncul bukan hanya siapa yang bermain.


Lebih jauh, siapa yang memperoleh keuntungan dari dugaan aktivitas tersebut dan siapa yang harus menanggung dampaknya?


Perjudian, apabila terbukti, dapat membawa persoalan yang lebih luas. Uang keluarga berpotensi terkuras, konflik rumah tangga dapat muncul, dan lingkungan sosial bisa ikut terdampak.


Karena itu, masyarakat berharap persoalan tersebut tidak berhenti menjadi kabar yang beredar dari warung ke warung.


Jika memang tidak ada perjudian, berikan penjelasan. Jika ditemukan pelanggaran, lakukan penindakan sesuai hukum.


Polres Kediri Didorong Tidak Menutup Mata


Sorotan publik kini mengarah kepada aparat penegak hukum, khususnya Polres Kediri.


Masyarakat menunggu apakah dugaan tersebut akan ditindaklanjuti melalui pengecekan lapangan, pengumpulan informasi, maupun langkah hukum apabila ditemukan bukti yang cukup.


Penegakan hukum juga diharapkan tidak pandang bulu. Jangan sampai masyarakat memiliki kesan bahwa hukum hanya bergerak ketika sebuah persoalan sudah viral.


Di sisi lain, redaksi juga mengingatkan agar seluruh pihak mengedepankan asas praduga tak bersalah. Informasi mengenai dugaan perjudian harus diuji melalui fakta dan proses hukum, bukan melalui opini semata.


Gerbang Infopol Terus Mengawal


Hingga berita ini diterbitkan, GerbangInfopol.com masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak Polres Kediri dan pihak-pihak terkait.


Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak yang disebut maupun pihak lain yang berkepentingan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.


Pertanyaan warga kini sederhana: riuh dugaan sabung ayam dan dadu ini akan berakhir dengan penjelasan dan tindakan hukum, atau kembali menjadi keresahan yang dibiarkan berlarut-larut?(red)

Share:

Cegah Keracunan Pangan, SMPN 1 Kras Bersama Puskesmas Gelar Sosialisasi Deteksi Dini

 




KEDIRI - GERBANG INFOPOL


Upaya meningkatkan kewaspadaan terhadap keamanan pangan di lingkungan sekolah terus dilakukan. SMPN 1 Kras bersama UPTD Puskesmas Kras menggelar Sosialisasi Kewaspadaan dan Deteksi Dini Keracunan Pangan, sebagai langkah pencegahan sekaligus meningkatkan pemahaman warga sekolah terhadap risiko gangguan kesehatan akibat makanan.


Kegiatan tersebut menjadi perhatian penting di tengah pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menempatkan sekolah sebagai salah satu lokasi penerima manfaat. Materi sosialisasi menekankan pentingnya mengenali potensi bahaya pangan, menjaga kebersihan makanan, serta memahami gejala awal keracunan agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.


Kepala SMPN 1 Kras, Soedjito, menyampaikan bahwa keamanan pangan menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman bagi peserta didik.


“Kami sangat menyambut baik kegiatan sosialisasi ini. Anak-anak setiap hari berada di lingkungan sekolah, sehingga selain pendidikan, aspek kesehatan dan keselamatan mereka juga menjadi tanggung jawab yang harus kami perhatikan bersama,” kata Soedjito, Selasa (11/8/2026).


Menurut Soedjito, pemahaman mengenai keamanan pangan tidak cukup hanya diberikan kepada pengelola makanan. Guru, tenaga kependidikan maupun peserta didik juga perlu mengetahui langkah-langkah pencegahan dan tindakan awal apabila muncul dugaan gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan.


“Kami ingin seluruh warga sekolah memahami bagaimana makanan yang aman itu harus diperlakukan, mulai dari kebersihan, penyimpanan, penyajian sampai bagaimana mengenali apabila ada makanan yang diduga tidak layak dikonsumsi. Dengan pengetahuan ini, kami berharap potensi kejadian bisa dicegah sedini mungkin,” ujarnya.


Ia menambahkan, koordinasi dengan Puskesmas Kras juga menjadi bagian penting dalam membangun sistem kewaspadaan kesehatan di sekolah. Jika ditemukan keluhan kesehatan yang mengarah pada dugaan keracunan pangan, sekolah diharapkan tidak melakukan penanganan secara sembarangan, melainkan segera berkoordinasi dengan tenaga kesehatan.


“Yang paling penting adalah jangan menunggu kondisi menjadi lebih serius. Kalau ada gejala yang mencurigakan, harus segera dilaporkan dan ditindaklanjuti sesuai prosedur. Kami juga terus mengingatkan warga sekolah untuk tidak mengabaikan keluhan kesehatan sekecil apa pun,” lanjut Soedjito.


Sosialisasi ini juga menjadi momentum evaluasi bersama terhadap penerapan keamanan pangan di lingkungan sekolah. Terlebih, makanan yang dikonsumsi peserta didik harus melalui proses pengolahan, penyimpanan dan distribusi yang memperhatikan standar kebersihan serta keamanan pangan.


Pihak sekolah berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada sosialisasi semata, tetapi dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari. Kesadaran terhadap keamanan pangan dinilai perlu dibangun sebagai kebiasaan bersama, sehingga potensi kejadian keracunan dapat diminimalkan.


“Kami berharap seluruh warga sekolah bisa ikut menjadi bagian dari upaya pencegahan. Sekolah harus menjadi tempat yang aman, bukan hanya dari sisi proses pembelajaran, tetapi juga dari sisi kesehatan anak-anak,” pungkas Soedjito. ( DEDY S )

Share:

Definition List

Unordered List

Support